Header Ads Widget

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT

Sebelum menerapkan suatu system informasi manajemen untuk Rumah Sakit, kita harus mengetahui kelas dan status dari Rumah Sakit tersebut. Dimana masing-masing Rumah Sakit memiliki kebutuhan system informasi berbeda-beda. Status dan kelas Rumah Sakit dapat dibagi menjadi empat (4), yaitu :
  1. Rumah Sakit Vertikal, berdasarkan kepemilikannya adalah termasuk dalam rumah sakit pemerintah yang dimana langsung dikelola oleh departemen kesehatan.
  2. Rumah Sakit Umum Daerah, sama dengan rumah sakit vertical rumah sakit umum daerah juga berdasarkan kepemilikannya adalah termasuk rumah sakit pemerintah.
  3. Rumah Sakit specialist, Jenis ini mencakup trauma center, rumah sakit anak, rumah sakit manula, atau rumah sakit yang melayani kepentingan khusus seperti psychiatric (psychiatric hospital), penyakit pernapasan, dan lain-lain. Rumah sakit bisa terdiri atas gabungan atau pun hanya satu bangunan.
  4. Rumah Sakit Umum Swasta, terbagi menjadi dua yaitu:
          - Rumah sakit hak milik atau rumah sakit bisnis yang tujuannya mencari profit,
          - Rumah sakit nirlaba yaitu rumah sakit yang mencari laba sewajarnya saja dan laba dari rumah sakit
             tersebut digunakan sebagai modal peningkatan sarana fisik perluasan dan penyempurnaan mutu
             pelayanan untuk kepentingan penderita.

Sedangkan untuk melakukan penerapan sistem informasi rumah sakit dibutuhkan biaya yang tidak sedikit jumlahnya. Banyak yang harus benar-benar dipersiapkan agar hasil yang akan diperoleh seperti apa yang diharapkan. Komponen utama untuk menunjang terlaksananya penerapan sistem informasi yang benar dan sesuai kebutuhan :
  1. Software (Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit)
  2. Hardware (Seperangkat komputer)
  3. Networking (Jaringan LAN, wireless)
  4. SOP (Standar Operasional Prosedur)
  5. SDM (Sumber Daya Manusia)

Ketika system informasi telah disiap diimplementasikan ternyata ada beberapa kendala yang terjadi di lapangan, antara lain ketidaksiapan pihak Rumah Sakit dalam menerapkan system informasi yang terintegrasi dan berbasis komputer, sulitnya merubah pola kerja yang telah terbiasa dengan system manual menjadi komputerisasi, dan penyajian data yang belum semuanya dalam bentuk elektronik yang akan memudahkan proses migrasi data.
 
Salah satu bentuk SIMRS adalah Digital Sistem Rumah Sakit (DigISRS). Software ini merupakan hasil pengembangan oleh Digis Indonesia dan merupakan sistem informasi yang terintegrasi serta disiapkan untuk menangani keseluruhan proses manajemen rumah sakit, mulai dari pelayanan terhadap pasien, apotek, penagihan, medical record, database personalia, penggajian karyawan, proses akuntansi, Kepegawaian (HRD) sampai dengan pengendalian oleh manajemen.
 
Secara garis besar, ruang lingkup DigIS-RS ini bisa digambarkan sebagai berikut:
  1. Proses registrasi pasien umum dan pasien penjamin selain ASKES
  2. Proses registrasi pasien ASKES
  3. Alur pelayanan perawatan pasien rawat jalan
  4. Alur pelayanan Pasien UGD
  5. Alur pelayanan pasien di unit penunjang
System ini dikenal juga dengan nama Digital Hospital System. Produk yang disiapkan adalah produk Multi User yang terintegrasi dimana dikembangkan untuk dioperasikan pada perangkat komputer menggunakan jaringan komputer (LAN) sehingga antara modul satu dengan lainnya dapat saling berkomunikasi. Sistem ini dibangun dengan teknologi mutakhir berbasis open source dengan spesifikasi:
  1. User Interface berbasis Web AJAX
  2. Database bisa menyesuaikan dengan sistem yang ada (menggunakan My SQL ver. 5)
Sistem informasi rumah sakit ini juga memiliki beberapa manfaat yang didapat apabila sebuah rumah sakit menerapkanya dengan baik. Dibawah ini merukan contoh manfaat yang didapat apabila menggunakan sistem informasi rumah sakit:
  1. Meningkatkan mutu pelayanan medis di rumah sakit.
  2. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam rangka pengelolaan rumah sakit.
  3. Mengembangkan dan memperbaiki sistem yang telah ada sehingga memberikan suatu nilai tambah bagi manajemen.
  4. Proses-proses manajemen di rumah sakit bisa terintegrasi antara satu bagian dengan bagian lainnya.
  5. Data riwayat penyakit dan perawatan pasien (medical record) bisa dikelola dan dipanggil dengan cepat.
  6. Memudahkan proses budgeting dan pengendalian realisasinya.
  7. Memudahkan penyusunan rencana cash-flow dan pengendalian arus kas maupun bank.
  8. Pengendalian stok obat dan alat kesehatan (alkes) pada multi gudang (multi apotek) bisa dilakukan dengan lebih mudah karena perkembangan posisi stok bisa diketahui setiap saat.
  9. Menjaga konsistensi data (data consistency) karena menggunaan data bersama (data sharing) baik data master (database pasien, dokter, perawat, karyawan dan obat) maupun data transaksi.
  10. Pemanfaatan data keluaran / output dari suatu modul oleh modul lain (sebagai masukan / input) sehingga bisa dihindari adanya redundansi proses antar bagian.
  11. Memberikan kemudahan dalam pembuatan laporan di semua unit secara cepat dan akurat.
  12. Penagihan kepada pasien bisa dibuat dalam sebuah single billing statement untuk semua jasa perawatan yang telah diterima pasien.
  13. Proses cetak nota pembayaran, kuitansi, surat menyurat bisa dilakukan dengan mudah.
  14. Resiko keterlambatan pembayaran atau penagihan hutang piutang bisa diantisipasi.
  15. Efisiensi waktu untuk proses entri data (entry time) karena hanya cukup dilakukan sekali.
  16. Efisiensi kerja karyawan menjadi meningkat karena beberapa proses rutin seperti pembuatan laporan atau perhitungan-perhitungan dilakukan secara otomatis dan cepat.

Posting Komentar

0 Komentar